Cara membuat kolam dengan sistem bioflok.
Untuk membangun kolam dengan sistem bioflok yg baik, maka kita harus melakukan persiapan-persiapan sebelum memasukkan ikan lele kedalam kolam, antara lain adalah
1. Persiapan kolam
Seperti diketahui ada berbagai macam kolam untuk budidaya ikan lele (baca:Beberapa macam kolam untuk budidaya ikan lele), dan walaupun semua bentuk kolam dapat dipergunakan untuk menggunakan sistem bioflok asalkan tidak merembes ataupun bocor, tetapi sebaiknya menggunakan kolam terpal berbentuk bundar. Karena bentuk bundar tanpa sudut dapat membantu penyebaran oksigen dengan aerator di dalam kolam menjadi lebih rata, sehingga tidak terjadi penumpukan amoniak yg dapat menyebabkan kematian pada ikan, serta ikan dapat berenang terus terus-menerus tanpa ujung.
Serta memberikan saluran drainase (Central Drainage) pada dasar tengah-tengah kolam, agar penggantian air dapat lebih mudah serta dapat juga menjadi pengontrol air (Water Level Control) di kolam agar tidak meluap saat hujan.
2. Persiapan air kolam
Seperti telah di ketahui bahwa sistem bioflok adalah sistem dimana di dalam kolam yg sama ditumbuh kembangkan mikroorganisme, bakteri, jamur, serta algea (baca Apa itu bioflok berserta kelebihan dan kekurangan nya?), maka pada saat air kolam diisi harus pula disiapkan aga bioflok dapat terbentuk.
Langkah-langkah yg harus dilakukan:
- Bersihkan kolam dan disterilkan menggunakan kaporit kadar 10%
- Setelah kolam dibersihkan, dicuci dan diisi air, berikan pupuk kandang dengan cara masukkan pupuk kandang kedalam karung dan masukkan ke dalam kolam yg sudah diisi air.
- Masukkan Molase (tetes tebu) dengan kadar 250ml/M3, jika tidak ada tetes tebu dapat juga diganti dengan gula, guna memberikan energi kepada bakteri.
- Berikan bakteri probiotik kedalam kolam dengan takaran 5 ml/m3
- Pada hari ke 8, keluarkan karung injak-injak dan celup-celupkan kedalam kolam sehingga zat-zat yg dibutuhkan larut kedalam air di kolam.
Selama seminggu akan ada perubahan warna pada air. Perubahan warna pada air akan dibahas di artikel selanjutnya.
3. Pemilihan bibit unggul dan cara penebaran
Dalam memilih bibit yg unggul perhatikan ciri-cirinya bibit unggul dibawah ini:
- Fisik sempurna
Bibit lele unggul, tidak ada lecet di badannya, berwarna seragam yaitu warna coklat tua atau hitam kemerahan, secara morfologi kepala dan badannya seimbang, dan kulit yg cerah serta mengkilap.
- Gesit
Bibit lele unggul sangat gesit sehingga sulit untuk ditangkap dengan tangan serta dapat berenang berlawanan dengan arus.
- Ukuran seragam.
Ukuran bibit sangat penting, karena jika ukuran tidak seragam, maka dapat terjadi kanibalisme antar lele pada saat lapar.
Setelah mendapatkan bibit yg unggul penebaran bibit kedalam kolam juga sangat penting, agar bibit lele tidak kaget dan stres di kolam yg baru. Jangan lupa melakukan Aklimatisasi dan puasakan ikan lele yg baru dimasukkan kedalam kolam selama 1 hari 24 jam.(baca Budidaya ikan lele di kolam terpal untuk lebih detail mengenai pemilihan dan penebaran benih ikan lele).
4. Pemeliharaan dan pemberian pakan
Pada dasarnya persentase bioflok didalam kolam tidak boleh terlalu tinggi, karena akan mempengaruhi kadar oksigen didalam air pada saat malam hari, karena bioflok tidak menghasilkan oksigen di malam hari. Jadi pada kolam bioflok ikan lele biasanya tidak diberi pakan sehari dalam seminggu, agar dapat mengurangi kadar bioflok didalam kolam karena ikan lele memakan bioflok-bioflok yg ada.
Demikian pula agar jumlah bioflok didalam kolam tetap terjaga, maka setiap 10 hari tambahkan campuran komponen-komponen sebagai berikut:
- probiotik sebanyak 5 ml/M3 air kolam
- molase (tetes tebu) 250 gram/M3 air kolam
- ragi tempe sebanyak 1 sendok makan/M3 air kolam untuk bulan pertama, setelah itu tingkatkan dosis menjadi 3 sendok makan/M3
- ragi tape 2 butir/M3 air kolam pada bulan pertama, setelah memasuki bulan kedua tambahkan dosis menjadi 6 butir/M3 air kolam
- air endapan dolomite, dengan dosis 200-300 gram/M3 air kolam, caranya campur dolomite dengan air secukupnya sesuai dosis air kolam, lalu biarkan kapur dolomite mengendap, setelah mengendap masukkan air dolomite, tanpa endapan dolomite, kedalam kolam pada malam hari.
Pakan harus diberikan secara teratur, pemberian pakan harus diatur waktunya, 2 kali dalam sehari, pemberian pakan sebaiknya dilakukan saat pagi hari sebelum pukul 9 pagi dan malam hari setelah pukul 18.
Jam pemberian pakan sebaiknya tidak berubah di setiap harinya. Serta jangan lupa untuk di puasakan seminggu satu kali.
Dalam memberikan pakan ikan lele, jangan sampai terlalu kenyang k karena akan menyebabkan ikan lele memuntahkan lagi pakan yg sudah dimakannya dan jika terlalu banyak maka akan menyebabkan air kolam menjadi kotor dan berbau.
Untuk pemberian pakan dengan pelet sebaiknya pelet direndam dulu didalam air selama 2-5 menit agar pelet mengembang dahulu sebelum diberikan kepada ikan lele.
Demikian cara membuat kolam ikan lele menjadi kolam bioflok.