Warna-warna pada air kolam lele sistem bioflok.

Warna-warna pada air kolam lele sistem bioflok.

Pada saat kita menerapkan sistem bioflok, maka akan ada beberapa perubahan warna dari air didalam kolam, yang mana warna-warna air tersebut menunjukkan kesehatan dari ikan lele itu. Serta warna kolam juga menunjukkan sistem bioflok apa yg diterapkan.

Adapun beberapa warna yg ada di kolam bioflok adalah
- Kolam berwarna hijau (Green Water System) 
Perubahan warna air kolam menjadi hijau disebabkan oleh karena banyaknya plankton yg berklorofil seperti Gloeotrichia echinulata dan Cyanobacteria. Plankton ini akan berfotosintesis dan menghasilkan O2 pada siang hari dengan bantuan sinar matahari. Tetapi pada malam hari akan mengeluarkan CO2 seperti tumbuhan lain pada umumnya. Perlu diperhatikan bahwa semakin tua warna hijau di kolam berarti semakin banyak pula plankton yg terkandung didalam kolam.
- Kolam berwarna coklat.
Kolam berwarna coklat menunjukkan adanya kandungan mineral dan organik pada air kolam, sebagai suplai makanan untuk ikan. Tetapi jika air kolam berwarna coklat pekat, itu menandakan banyaknya kotoran, sisa pakan dan lumpur di dalam kolam. 
- Kolam berwarna Merah. (Red Water System)
Didalam kolam berwarna merah atau yg biasa disebut juga Red Water System (RWS) menunjukkan adanya plankton berpigmen merah seperti alga Rodophyta dan Diatom yg terbentuk dari bakteri probiotik dengan menambahkan ragi Saccharomyces dan Lactobacillus, sebagai penjaga kualitas air dan suplai makanan karena mengandung materi organik yg tinggi.
- Kolam berwarna putih/keruh.
Jika warna putih/keruh terjadi secara alami, menunjukkan bahwa didalam kolam banyak mengandung kapur dan atau mineral. Ini menunjukkan kualitas air di dalam kolam tidak baik dan bermasalah, untuk mengatasinya buang sebagian air di dalam kolam dan ganti dengan air baru. Tetapi jika kolam berwarna putih/keruh terjadi saat pembentukan kolam bioflok RWS, maka perubahan ini dapat dianggap wajar. Didalam perbentukan RWS, warna kolam akan berubah dari warna hijau menjadi keruh lalu berubah kecoklatan hingga perlahan berubah menjadi merah.
- Kolam jernih.
Sering kali kolam jernih dianggap baik karena sistem filterisasi dan aerator yg baik serta perawatan yg baik pula, tetapi pada kolam budidaya, kolam yg jernih menunjukkan rendahnya organisme non organik maupun organik serta jumlah plankton yg ada didalam kolam. Sehingga menyebabkan kurangnya nutrisi alami. Sedangkan ketiga unsur tadi sangat membantu pertumbuhan ikan yg ada di dalam kolam tersebut.
Kolam yg berwarna jernih dapat mengundang predator lain seperti burung atau pemangsa ikan lainnya.
- Kolam berwarna hitam
Kolam yg berwarna hitam disebabkan oleh tidak adanya sistem bioflok, atau penerapan sistem bioflok yang salah, biasanya kolam yg berwarna hitam diikuti dengan bagi air kolam yg menyengat. Ini dikarenakan tidak terurainya sia-sia makanan yg membusuk dan kotoran dari ikan itu sendiri. Dan juga dapat terjadi karena pemberian makanan yg terlalu berlebihan, sehingga membuat ikan makan terus-menerus dan memuntahkan makanan-makanan tadi. Karena kekenyangan. Keadaan air seperti ini dapat menyebabkan kematian pada ikan, tindakan yg diperlukan adalah mengganti air di kolam dengan cara mengurangi air di kolam sampai dengan 2/3 lalu isi dengan air baru. Jangan lupa setelah mengganti air langsung tambahkan probiotik sesuai takarannya. (Baca Cara membuat kolam dengan sistem bioflok.) Lalu tambahkan potongan batang pohon pisang atau jantung pisang