Budidaya ikan lele di kolam terpal
Langkah-langkah dalam budidaya ikan lele di kolam terpal adalah
1. Persiapan kolam
Setelah pemasangan kolam, maka kolam harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara mencuci dalam kolam dengan sabun, lalu bilas dengan bersih jangan sampai air sabun tersisa di dalam kolam.
Setelah itu lakukan langkah-langkah sebagai berikut:
- Disarankan untuk tidak memakai air PDAM, tetapi jika memang tidak ada pilihan lain, sebaiknya air PDAM ditampung dahulu selama 7 hari sebelum dipakai untuk kolam ikan, gunanya adalah mengendapkan kandungan kaporit dan klorin didalam air.
- Isi kolam dengan air bersih setinggi 20 - 30 cm lalu biarkan selama 7 - 10 hari untuk pembentukan Fitoplankton dan lumut didalam kolam.
- Setelah itu tambahkan ketinggian air mencapai 40-60 cm.
- Tambahan irisan daun pepaya atau daun singkong, dapat juga menggunakan batang pisang yg di potong kecil-kecil untuk menghilangkan bau
- Air yg bagus untuk budidaya lele adalah air keruh dan berwarna kehijauan, karena menunjukkan adanya fitoplankton dan lumut di dalam kolam.
- Air dengan suhu antara 20° - 28° C adalah temperatur ideal untuk ikan lele.
- pH air antara 7-8
2. Pemilihan bibit
Ada berbagai jenis ikan lele yg dapat dibudidayakan, pilih salah satu jenis ikan lele yg diinginkan (Jenis-jenis ikan lele yg dibudayakan di Indonesia), sesuai kan dengan ketersediaan bibit disekitar lokasi pembudidayaan.
Ciri-ciri Bibit ikan lele yang sehat adalah:
- Gerakannya gesit dan agresif
- Berwarna kulit mengkilap
- Tubuh yg proposional
- Tidak cacat
- Tidak menggantung
- Ukuran ikan seimbang
3. Penebaran bibit
Ada beberapa hal yg perlu diperhatikan dalam menebarkan bibit ikan lele:
- Pastikan ketinggian air sekitar 30-40 cm dan tidak terlalu tinggi, karena akan menyulitkan bibit untuk mengambil makan dan udara ke permukaan air.
- Aklimatisasi adalah proses untuk menyeimbangkan antara temperatur air di dalam wadah dengan temperatur air di kolam, dengan cara mengapungkan wadah atau bungkus yg masih berisikan benih diatas air kolam selama 10-15 menit. Jangan langsung di tuang ke dalam kolam, karena dapat membuat lele menjadi stres.
- Ambil sedikit air dari kolam dan buka kantung benih dan masukkan ke dalam ember, lalu perlahan masukkan ember kedalam kolam dan biarkan ikan berenang keluar dari ember dengan sendirinya.
- Lakukan penebaran bibit pada pagi hari sebelum jam 9 atau sore hari setelah jam 15, jangan menebar bibit di siang hari karena akan ada perbedaan suhu yg cukup tinggi antara air di kolam dengan air di wadah yg membawa bibit, dan ini dapat membuat bibit ikan menjadi stres serta menyebabkan kematian.
- Bibit yg baru di tebar harus dipuasakan tidak diberi makan selama satu hari.
4. Pemberian pakan
Setelah satu hari kebenaran bibit, ikan lele baru boleh diberi makan, karena ikan sudah mulai dapat beradaptasi dengan air kolam.
Perlu perhatikan dalam pemberian pakan, Tidak boleh berlebihan karena ada merusak kondisi air di kolam, tetapi juga tidak boleh terlalu kurang, karena seperti telah disampaikan pada artikel sebelumnya (Ciri-ciri ikan lele), bahwa ikan lele termasuk hewan kanibal, sehingga jika kelaparan dapat saling memakan sesamanya.
Cara memberikan makan ikan lele:
- Tebar sedikit-sedikit, jika pakan ikan sudah tersisa sedikit diatas kolam, artinya sudah cukup.
- Berikan setiap 3-4 jam sekali.
- Waktu yang baik untuk memberikan makan ikan lele adalah pada pagi hari sebelum pukul 10 dan mulai diberikan lagi diatas pukul 15, jangan beri makan ikan pada saat tengah hari.