Hama dan penyakit pada ikan lele

Hama dan penyakit pada ikan lele

Didalam budidaya ikan lele sangatlah perlu untuk mengetahui hama dan penyakit dari ikan lele itu sendiri, agar dapat menghasilkan ikan lele yg baik serta menguntungkan.

Hama ikan lele
Ada beberapa macam hama didalam budidaya ikan lele, walaupun tidak terlalu beresiko tetapi sangat dan amat penting untuk diketahui. Hama adalah binatang predator yg dapat memangsa ikan budidaya didalam kolam, seperti anjing, kucing, ular dll.. 
Oleh sebab itu ada baiknya kolam dibuat sedikit tinggi dan sedapat mungkin ditutup dengan paranet. 
Untuk kolam tanah waspadai juga belut, karena belut sering membuat lubang yg dapat menyebabkan kebocoran pada kolam.


Penyakit ikan lele
Ada beberapa macam penyakit pada ikan lele yg disebabkan oleh berbagai macam hal, antara lain adalah

- Kurang Vitamin
Biasa yg terjadi pada kekurangan vitamin pada budidaya lele adalah vitamin C, ini dapat menyebabkan retak pada tulang kepala dan tubuh ikan menjadi bengkok.
Untuk mengatasinya, berikanlah campuran vitamin pada pakan ikan dengan dosis 1 gram/kg pakan.

- Keracunan
Keracunan dapat terjadi karena sumber air yg tidak baik, karena tercemar pestisida ataupun bahan kimia lainnya. Tetapi dapat juga disebabkan oleh kandungan amonia yg tinggi di dalam kolam ikan dari Kotoran ikan dan sisa pakan yg membusuk.
Untuk mengatasinya 
- Jika air di lokasi budidaya ikan lele tercemar limbah, maka sebaiknya menggunakan air PDAM, tetapi ikuti cara-cara yg benar dalam menggunakan air PDAM (baca : Budidaya ikan lele di kolam terpal )
- Jika di sebabkan oleh tingginya amoniak tinggi, maka lakukan penggantian air kolam dengan cara mengurangi air kolam sampai dengan 1/3 kolam dan di ganti dengan air baru. Selalu perhatikan kebersihan dan kualitas air di kolam.

- White spot (bintik putih)
Protozoa jenis Ichthyphyhirius multifillis adalah penyebab dari penyakit white spot ini, ini biasa terjadi karena suhu yg rendah (dingin), padat tebar yg terlalu tinggi dan Kualitas air yg tidak baik.
Ciri-cirinya ikan sering menggosok-gosokkan badannya ke dinding kolam dan terdapat bintik-bintik putih pada tubuh dan insang ikan.
Penyakit ini disebabkan oleh kualitas air yg kurang baik, kepadatan tebar yg tinggi dan dikarenakan oleh suhu air yg rendah.
Untuk pencegahannya dengan cara: 
- Menjaga kualitas air adalah sangat penting dalam budidaya ikan lele, karena banyak sumber penyakit disebabkan oleh kualitas air yg buruk. 
- Menjaga suhu temperatur dikisaran 28-30°C.

- Bakteri Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas hydrophilaCiri-ciri penyakit yg disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila adalah luka di sekujur tubuh ikan, adanya pembengkakan pada pangkal sirip dan perut yg menggelembung berisi cairan getah bening.
Penyakit ini disebabkan oleh pemberian pakan yg berlebihan sehingga terdapat sisa pakan di dasar kolam yg membusuk.
Cara mengatasinya adalah
- Menjaga temperatur air kolam di kisaran 28° C
- Pemberian pakan tidak berlebihan agar terhindar dari pembusukan pakan didasar kolam
- Penggantian air  secara rutin

- Cotton Wall Disease (jamur lele)Bakteri Flexibakter columnaris adalah penyebab utama dari penyakit ini, ciri-cirinya adalah ikan lebih banyak mengambang dan berenang dengan gerakan lambat, terdapat luka-luka dan tertutup seperti kapas pada lukanya, biasa menyerang kepala, insang, sirip dan bagian tubuh lainnya. Penyakit ini disebabkan oleh kenaikan suhu serta membusuknya sisa pakan baik didasar kolam maupun diatas kolam.
Untuk mengatasi penyakit ini dapat dilakukan dengan cara:
- Memberikan  OTC (oxytetracycline) sebanyak 50 mg/kg pakan berikan selama 7-10 
- Merendam ikan kedalam larutan OTC dengan dosis 3-5 Gr/M3 air
Perhatian: ikan yg diberi antibiotik baru dapat di konsumsi setelah 14 hari berakhirnya penggunaan antibiotik.

- Jaundice (penyakit kuning)
Penyakit ini biasa disebabkan dari kualitas pakan yg buruk, bisa terjadi dikarenakan oleh pakan yg sudah kadaluarsa, ataupun tempat penyimpanan pakan yg lembab sehingga menyebabkan pakan menjadi rusak.
Selain itu bisa juga terjadi karena pemberian pakan yg berasal dari ikan rucah maupun jeroan secara terus-menerus. Dapat juga disebabkan oleh tingginya kadar amoniak yg berubah menjadi nitrit didalam kolam dan bakteri nitrobacter tidak cukup banyak untuk merubahnya menjadi nitrat
Cara mengatasinya:
- Berikan pakan yg berkualitas dan perbaiki tempat penyimpanannya.
- Campurkan pakan dengan vitamin.
- Penggantian air yg lebih sering

- Reptured Intestine Syndrom (pecah usus)
Penyakit pecah usus terjadi akibat pemberian pakan yg berlebihan, Lele yg para dasarnya adalah ikan yg rakus, akan memakan terus-menerus sehingga membuat usus bagian tengah dan belakang menjadi pecah.
Pengaturan pemberian pakan sangatlah penting, yaitu 3-6% dari berat ikan lele.
Cara pencegahan nya:
- Hindari pemberian pakan yg berlebihan
- Manajemen pemberian pakan yg baik, yaitu pemberian pakan yg secukupnya pada jam yg sudah di tentukan dan tidak berubah-rubah setiap harinya.

- Trichodiniasis (penyakit gatal)
Ciri-ciri ikan lele yg terkena protozoa Trichodina sp ikan terlihat jelas, berwarna kusam dan sering menggosok-gosokkan tubuh ke dinding maupun dasar kolam. Penyakit ini sangat menular karena penularan dapat dengan perantaraan air serta bersentuhan langsung antar ikan lele.
Penyakit ini biasanya disebabkan oleh kepadatan tebar yg tinggi, penurunan kualitas air serta kurangnya oksigen didalam air.
Penyakit ini dapat dicegah dengan cara:
- Mengurangi kepadatan tebar
- Menjaga kualitas air
- Memberikan aerator
- Serta untuk pengobatan, rendam ikan didalam larutan formalin dengan dosis 40 ppm selama 12-24 jam.

- Channel catfish virus (CCV)

Virus ini menyerang ikan lele sehingga terjadi pendarahan pada sirip dan bagian perut ikan lele. Virus ini mirip dengan virus herpes sehingga menyebabkan ikan berenang lemah, dan berputar-putar serta sering terlihat menggantung vertikal di permukaan air.
Penyebab penyakit ini adalah karena menurunnya kualitas air didalam kolam, kepadatan tebar dan naik-turun nya suhu didalam air.
Pencegahan atas penyakit ini sangatlah penting, karena belum diketahui cara pengobatanmya. Untuk mencegahnya adalah dengan cara:
- Menjaga kebersihan dan kualitas air didalam kolam.
- Memberikan pakan yg berkualitas.

Baca juga artikel lainnya di blog ini, jika ada yg kurang di pahami, karena artikel di blog ini saling berkaitan.