Jenis-jenis ikan lele yg dibudayakan di Indonesia
Ada beberapa jenis ikan lele yg biasa dibudidayakan di Indonesia antara lain adalah
Lele lokal/Jawa dalam nama latinnya disebut Clarias Batrachus, lele jenis ini sangat banyak dibudidayakan sebelum tahun 1985, tetapi karena pertumbuhannya yg lambat dibanding dengan lele jenis lainnya, maka lele jenis ini sekarang sudah sangat jarang dibudidayakan, karena Rasio pakan yg tinggi menjadikan lele jenis ini kurang menguntungkan untuk dibudidayakan.
2. Lele Dumbo
Lele Dumbo atau king catfish yg dalam bahasa latin adalah Clarias Gariepinus di impor dari Taiwan dan mulai banyak dibudidayakan sejak tahun 1985 di Indonesia. Sejak saat itu lele Dumbo menjadi favorit untuk dibudidayakan karena pertumbuhan yg cepat dan badan yg besar dibandingkan dengan lele lokal, bahkan dalam waktu hanya 2 bulan, badan dari lele Dumbo dapat mencapai 2 kali lele lokal yg berumur setahun. Tetapi kelemahan lele Dumbo adalah memiliki daging yg lunak sehingga sering hancur ketika di goreng
3. Lele Sangkuriang
Lele jenis ini adalah lele jenis baru yg di teliti oleh Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPAT) Sukabumi selama 2 tahun lamanya. Penelitian ini dilakukan karena terjadinya penurunan kualitas bibit lele Dumbo yg disebabkan oleh kesalahan dalam pembenihan dan penyilangan. Pada tahun 2004 lele jenis Sangkuriang, yg merupakan perkawinan antara lele Dumbo jantan generasi keenam dengan lele Dumbo betina generasi kedua, ini diluncurkan secara resmi oleh Departemen Kelautan dan Perikanan. Oleh sebab itu lele Sangkuriang dalam bahasa latin disebut Clarias Gariepinus Var.
Kelebihan lele Sangkuriang adalah kemampuan bertelur antara 40.000 - 60.000 butir dalam satu kali pemijahan, berpuluh kali lipat dibanding dengan lele lokal yg hanya dapat bertelur 1.000 - 4.000 butir per satu kali pemijahan. Selain dari itu lele Sangkuriang juga lebih tahan terhadap penyakit dan memiliki kualitas daging yg lebih baik.
4. Lele Python
Lele Python adalah varietas yg ditemukan bukan oleh peneliti, karena lele Python ini adalah hasil uji coba dari para pembudidaya di daerah Pandeglang, Banten pada tahun 2004. Dilatarbelakangi oleh tingginya mortalitas lele di desa Banyumundu, Pandeglang, disebabkan oleh suhu yang rendah, mencapai 17°C pada malam hari di daerah itu, maka bibit lele yg dijual dipasaran pada saat itu seperti lele Dumbo, tidak dapat bertahan.
Karena penelitian dilakukan secara otodidak, maka tidak ada catatan resmi dari induk ikan lele Python secara akurat, Lele Python disinyalir adalah hasil perkawinan silang antara lele eks Thailand dengan lele lokal. Walaupun demikian, Dinas Perikanan Budidaya Provinsi Banten, mengakui kualitas, dari lele yg memiliki kepala seperti ular ini, yaitu lele python, memiliki Daging yg gurih dan tidak lembek serta memiliki kelincahan melebihi lele Dumbo.
5. Lele Masamo
Lele Masamo adalah lele varietas yg di kembangkan oleh PT Mahari Sakti Mojokerto, lele varietas ini memiliki keunggulan seperti lebih tahan penyakit, pertumbuhan yang cepat karena nafsu makan yg tinggi tapi memiliki efisiensi pakan tinggi dan tingkat kanibalisme yg rendah, serta sangat agresif dan lebih besar.
6. Lele Mutiara
Pada tahun 2010, para peneliti memulai penelitian untuk mendapatkan varietas lele yg lebih unggul, penelitian dilakukan selama 4 tahun lamanya dengan mengamati varietas-varietas lele lokal dan lele Afrika yg didatangkan dari Mesir.
Keberhasilan diumumkan para tahun 2015 dengan meluncurkan varietas baru yang diberi nama Lele Mutiara atau lele MUtu TInggi tiadA taRA.
Lele Mutiara adalah ikan lele hasil persilangan antara lele Mesir, lele dumbo, lele Sangkuriang dan lele phyton. Dengan Daya tahan yg lebih tinggi dan waktu panen yg lebih singkat yaitu 50-60 hari.
Follow blog ini agar mendapatkan update dari artikel-artikel terbaru mengenai cara mendapatkan keuntungan dari budidaya ikan lele.